Jalan Rusak di Bosar Maligas, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Daerah

Daerah291 Dilihat

Zonasumut.co SIMALUNGUN – Kondisi jalan rusak di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, kembali menuai keluhan warga. Ruas jalan yang setiap hari menjadi akses masyarakat itu kini lebih menyerupai hamparan batu dan lubang daripada jalan yang layak dilalui.

Dari pantauan di lokasi, permukaan jalan tampak tidak rata dengan banyak titik kerusakan. Batu kerikil berserakan di badan jalan, sementara sejumlah lubang terlihat menganga dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

Warga mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, mereka belum melihat adanya perbaikan yang mampu menjawab persoalan secara menyeluruh. Yang terjadi justru sebaliknya, setiap kali hujan turun, kerusakan semakin meluas.

“Kalau musim hujan, lubang yang ada makin besar. Air menggenang menutupi permukaan jalan sehingga pengendara tidak tahu mana jalan yang masih aman dan mana yang sudah rusak, Kalau musim panas debu mengganggu dan menyesakkan pernapasan, ” ujar seorang warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Menurut warga, hujan menjadi faktor yang mempercepat kerusakan. Material batu yang ada di permukaan jalan perlahan tergerus air, meninggalkan lubang-lubang baru yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Akibatnya, masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan deras.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan utama warga. Sebab jalan tersebut bukan sekadar jalur lalu lintas biasa, melainkan akses penting yang digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, mengangkut hasil pertanian, hingga menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ironisnya, di tengah berbagai program pembangunan yang kerap disampaikan kepada publik, warga Bosar Maligas masih harus berjibaku dengan jalan yang kondisinya terus memburuk. Masyarakat menilai persoalan ini tidak boleh terus dibiarkan karena berpotensi menimbulkan kecelakaan serta merugikan warga secara ekonomi.

Setiap hujan turun, kerusakan bertambah. Setiap lubang yang muncul menjadi pengingat bahwa persoalan ini belum benar-benar terselesaikan. Pertanyaannya, sampai kapan warga Bosar Maligas harus menunggu? Apakah perbaikan baru akan dilakukan setelah kerusakan semakin parah atau bahkan memakan korban?

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk memperbaiki jalan yang menjadi salah satu urat nadi aktivitas masyarakat di Kecamatan Bosar Maligas tersebut.(MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *