Di Balik Sawah Viral Perdagangan, Sampah Menumpuk dan Perhatian Pemkab Dipertanyakan.

Daerah, Peristiwa624 Dilihat

Zonasumut.co. SIMALUNGUN. – Hamparan sawah di kawasan Perdagangan, Kabupaten Simalungun, belakangan ramai menghiasi media sosial. Pemandangan senja dan bentangan hijau sawah disebut-sebut menjadi salah satu spot favorit warga untuk berfoto maupun sekadar menikmati suasana sore. Namun di balik gambar yang terlihat indah di kamera, tersimpan persoalan yang luput dari perhatian: tumpukan sampah di pinggir jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah rumah tangga berserakan cukup panjang di sisi badan jalan. Plastik kresek, botol bekas, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk tanpa penanganan. Pada waktu tertentu, aroma tidak sedap mulai tercium dan mengganggu warga maupun pengendara yang melintas.

Warga sekitar mengatakan kondisi tersebut bukan terjadi dalam hitungan hari. Sampah disebut sudah lama menumpuk dan perlahan membuat kawasan itu seperti tempat pembuangan liar.

“Sayang sebenarnya. Sawahnya bagus, banyak orang datang karena viral. Tapi pinggir jalannya malah penuh sampah,” ujar seorang warga.

Minimnya pengawasan dinilai menjadi salah satu penyebab kondisi itu terus berulang. Di lokasi tidak terlihat papan larangan membuang sampah maupun fasilitas penampungan yang memadai. Situasi tersebut memunculkan kesan seolah persoalan kebersihan dibiarkan tanpa penanganan serius.

Ironisnya, kawasan yang mulai dikenal publik karena keindahan alamnya justru menyimpan persoalan dasar yang belum terselesaikan. Pemerintah daerah dinilai belum hadir secara nyata untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan publik terhadap keseriusan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam menata kawasan yang mulai ramai dikunjungi masyarakat. Sebab di tengah maraknya promosi dan viralnya pemandangan sawah Perdagangan, persoalan sampah justru masih terlihat jelas di depan mata.

Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika kawasan tersebut ramai dibicarakan, tetapi juga turun langsung menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Jika terus dibiarkan, sawah viral Perdagangan bukan lagi dikenal karena keindahannya, melainkan karena tumpukan sampah yang mengotori pinggir jalannya.(MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *