Soroti Potensi Dampak Lingkungan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih, HIMMAH Batu Bara akan Gelar Aksi

Batubara, Daerah16 Dilihat

Zonasumut.co Batu Bara,  Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabupaten Batu Bara menegaskan dukungannya terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, dukungan tersebut tidak menghilangkan fungsi kontrol mahasiswa untuk memastikan pembangunan berjalan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat.

Ketua HIMMAH Kabupaten Batu Bara, Yassir Pratama, menyampaikan bahwa pembangunan harus dilaksanakan secara terukur dan tidak mengorbankan keseimbangan ekosistem. Menurutnya, setiap proyek berskala besar memiliki konsekuensi terhadap lingkungan sehingga memerlukan pengawasan yang serius.

“Kami mendukung pembangunan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya di desa perupuk. Akan tetapi, pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup. Kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” ujar Yassir.

HIMMAH memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di sekitar kawasan proyek. DAS merupakan sistem yang mengatur keseimbangan tata air dari hulu hingga hilir. Apabila terjadi perubahan bentang alam tanpa pengelolaan yang baik, dikhawatirkan akan memicu perubahan arus air, sedimentasi, pendangkalan sungai, abrasi di wilayah pesisir, hingga meningkatnya potensi banjir yang berdampak langsung terhadap permukiman dan mata pencaharian masyarakat.

Selain itu, HIMMAH juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir yang menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Aktivitas pembangunan harus mampu meminimalkan gangguan terhadap vegetasi pesisir, kawasan mangrove, biota perairan, serta satwa yang hidup di sekitar kawasan tersebut. Kerusakan pada satu komponen ekosistem akan memberikan dampak berantai terhadap keseimbangan alam dan produktivitas sektor perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan di desa perupuk kecamatan Lima Puluh Pesisir.

Menurut Yassir, pembangunan yang baik bukan hanya diukur dari cepatnya penyelesaian proyek, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kualitas lingkungan hidup. Pemerintah dan pihak pelaksana proyek diharapkan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar tidak menimbulkan persoalan ekologis di kemudian hari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, HIMMAH Kabupaten Batu Bara menyatakan akan menggelar aksi. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional agar pemerintah, instansi terkait, dan pihak pelaksana proyek memberikan perhatian yang serius terhadap perlindungan lingkungan hidup, kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), serta ekosistem flora dan fauna di sekitar kawasan pembangunan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan justru meninggalkan kerusakan alam yang akan ditanggung oleh masyarakat di masa depan. HIMMAH akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan siap turun ke jalan untuk mengawal kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Batu Bara,” tutup Yassir Pratama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *