Zonasumut.co, Batu Bara — Pernyataan Bupati Batu Bara saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2026 mendadak menjadi sorotan tajam publik. Di hadapan peserta dan tamu undangan, Bupati Batu Bara diduga melontarkan pernyataan keras terkait tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan ucapan, “Kalau bisa saya pecat, saya pecat semuanya.”
Ucapan tersebut langsung memicu reaksi luas di tengah masyarakat dan kalangan tenaga PPPK. Pengamat politik Syahnan Afriansyah, SH menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan di ruang publik karena menyangkut nasib ribuan tenaga kerja yang selama ini mengabdi di lingkungan pemerintahan daerah.
“Polemik semakin menguat karena pernyataan tersebut muncul di tengah isu lemahnya pendapatan asli daerah (PAD) dan persoalan kemampuan keuangan daerah kita yang tidak stabil. Publik pun mulai mempertanyakan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap tenaga PPPK”. Ucap Syahnan
Sepertinya tenaga PPPK kita hanya dijadikan objek politik disaat momentum pilkada saja, jika saja saat ini adalah momentum pilkada bupati, barang kali statement nya akan berbeda”. Ujar Syahnan
Dapat dipastikan kalau kebijakan Bupati dalam pengelolaan aparatus sipil terkhusus PPPK tidak ada terobosan, maka jika besok adalah pilkada Bupati Batu Bara dapat dipastikan seluruh tenaga PPPK di Batu Bara tidak akan pilih bahar”. Tutup Syahnan(HF)







