Kinerja Satreskrim Polres Tanjung Balai Dikritik, Publik Pertanyakan Penanganan Sejumlah Kasus 

Daerah502 Dilihat

Zonasumut.co. Tanjung Balai. Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjung Balai mendapat kritikan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari wartawan, pemuda hingga aktivis di Kota Tanjung Balai mempertanyakan efektivitas penanganan hukum yang dinilai belum maksimal dalam mengungkap berbagai kasus kriminal di wilayah tersebut.

Kritikan publik itu muncul seiring banyaknya persoalan kejahatan yang hingga kini dinilai belum terselesaikan secara tuntas. Salah satunya kasus pencurian kereta sepeda motor yang disebut masih marak terjadi namun belum juga berhasil diungkap secara menyeluruh.

Selain itu, praktik premanisme juga disebut masih terlihat di sejumlah titik di Kota Tanjung Balai. Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai mempertanyakan ketegasan aparat dalam menciptakan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, dugaan aktivitas penyelundupan balpres yang disebut berlangsung secara terang-terangan pada malam hari di wilayah Kota Tanjung Balai juga menjadi perhatian publik. Masyarakat menilai aparat penegak hukum harus lebih serius melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal yang merugikan negara tersebut.

Kritikan paling tajam muncul dalam penanganan kasus dugaan penipuan online yang menyeret 36 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara sekitar 20 lainnya hanya dikenakan wajib lapor.

Kondisi itu memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai apabila seluruh pihak diduga terlibat secara bersama-sama dan mengetahui adanya tindak pidana, maka proses hukum harus dilakukan secara transparan dan profesional tanpa menimbulkan kesan tebang pilih.

“Publik hanya ingin penegakan hukum berjalan adil dan transparan. Jangan sampai muncul dugaan adanya perbedaan perlakuan dalam penanganan kasus. Ini lah bentuk kegagalan Polres Tanjung Balai dalam penegakan hukum,” ujar Raja Erwinsyah SH. Aktivis pemuda di Tanjung Balai, Senin (26/5/2026).

Desakan evaluasi terhadap kinerja Satreskrim Polres Tanjung Balai pun mulai menguat. Sejumlah elemen masyarakat meminta jajaran kepolisian di tingkat lebih tinggi turun tangan melakukan pengawasan terhadap penanganan berbagai kasus kriminal di wilayah pesisir Sumatera Utara tersebut. (RD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *