Balap Liar di Jalanan Rumah Sakit, Aparat Menunggu Apa?

Zonasumut.co. Batu Bara. Malam mulai larut di kawasan akses masuk RSUD H.Ok. Arya Zulkarnain. Kabupaten Batu Bara. Namun ketenangan yang seharusnya menyelimuti lingkungan rumah sakit justru terganggu oleh deru knalpot dan aksi sejumlah pengendara yang menjadikan ruas jalan tersebut sebagai arena balap liar.

Fenomena ini bukan lagi cerita baru. Warga sekitar mengaku aktivitas tersebut kerap terjadi pada malam hari. Ironisnya, lokasi yang dipilih bukan jalan sepi tanpa aktivitas, melainkan jalur keluar-masuk rumah sakit yang setiap saat dilalui pasien, keluarga pasien, ambulans, hingga tenaga kesehatan.

Risikonya jelas. Dalam hitungan detik, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa bertabrakan dengan pengendara lain yang keluar dari area rumah sakit. Korbannya bisa siapa saja, termasuk pasien yang sedang dalam kondisi darurat.

Yang membuat publik bertanya-tanya bukan hanya keberadaan balap liar itu sendiri, melainkan absennya tindakan yang terlihat dari aparat berwenang. Jika aktivitas tersebut sudah berlangsung berulang kali dan diketahui masyarakat, mengapa praktik itu masih terus terjadi?

Balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Ia adalah ancaman nyata terhadap keselamatan publik. Apalagi ketika dilakukan di sekitar fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi zona aman bagi masyarakat.

Masyarakat tentu tidak berharap aparat hadir setelah kecelakaan terjadi. Penindakan seharusnya dilakukan sebelum ada korban, bukan sesudahnya. Sebab ketika nyawa melayang atau seseorang mengalami luka berat, operasi razia yang digelar belakangan hanya akan menjadi reaksi yang terlambat.

Di tengah gencarnya kampanye keselamatan berlalu lintas, pemandangan sejumlah pemuda bebas memacu kendaraan di depan akses rumah sakit menghadirkan ironi tersendiri. Aturan seolah ada, tetapi pelanggaran terus berlangsung tanpa rasa takut.

Pertanyaan yang tersisa kini sederhana: apakah aparat benar-benar tidak mengetahui aktivitas tersebut, atau justru mengetahui namun memilih membiarkannya sampai ada insiden yang tak bisa lagi diabaikan?(MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *