Batu Bara, zonasumut.co. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX tingkat Kabupaten Batu Bara resmi digelar di Kecamatan Air Putih pada 13–16 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti kafilah dari seluruh kecamatan, menampilkan berbagai cabang perlombaan seperti tilawah, tahfidz, dan tafsir Al-Qur’an.
Pembukaan MTQ berlangsung semarak dengan pawai taaruf dan penampilan seni Islami yang disambut antusias oleh masyarakat dan peserta MTQ tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan langsung jalannya perlombaan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut.
Namun, di balik kemeriahan penyelenggaraan MTQ, terselip suasana keprihatinan yang dirasakan oleh sejumlah guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Batu Bara. Mereka mengaku telah empat bulan belum menerima gaji yang menjadi hak mereka.
“MTQ ini tentu menjadi kebanggaan daerah, tapi kami juga berharap pemerintah memperhatikan nasib kami sebagai tenaga pendidik,” ujar Akmar Ramadony selaku ketua FK P3K Paruh Waktu.
Para guru mengungkapkan bahwa keterlambatan gaji tersebut berdampak besar terhadap kondisi ekonomi mereka. Banyak di antara mereka yang harus mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, pelaksanaan MTQ yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum refleksi bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pembayaran gaji maupun kepastian waktu pencairannya.
Para guru berharap, semangat nilai keadilan dan amanah yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat tercermin dalam kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka.
“Semoga MTQ ini tidak hanya meriah di panggung, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi kami,” tutup Akmar Ramadony. EA


